Minggu, 03 Juni 2012

Penawaran dan Permintaan dalam Keuangan Mikro - Bab 1 bagian pertama

Dalam bab ini menyelidiki alasan terjadinya kesenjangan yang absurd antara penawaran dan permintaan dalam keuangan mikro. Diantara masyarakat miskin yang aktif secara ekonomi dari negara berkembang, ada permintaan kuat untuk jasa keuangan komersial skala kecil-baik kredit maupun tabungan. Dimana tersedia, maka jasa keuangan ini dan jasa keuangan lainnya membantu masyarakat berpendapatan rendah meningkatkan manajemen rumah tangga dan usaha, menaikan produktifitas, memperlancar arus penghasilan dan biaya konsumsi, meluaskan dan mendiversifikasi usaha mikro, dan meningkatkan penghasilan mereka.

 Namun permintaan untuk keuangan mikro komersial jarang terpenuhi oleh sektor keuangan formal. Salah satu alasan adalah bahwa permintaan tersebut biasanya tidak dirasakan. Alasan lain adalah bahwa manajer sektor formal mempercayai, dengan keliru, bahwa keuangan mikro tidak dapat menguntungkan lembaga perbankan. 


Apakah Keuangan Mikro itu ? 

 Keuangan mikro berarti jasa keuangan dalam skala kecil-terutama kredit dan tabungan –yang disediakan untuk orang yang bertani atau menangkap ikan atau menggembalakan ternak : yang menjalankan usaha kecil atau usaha mikro dimana barang dihasilkan, didaur ulang, diperbaiki, atau dijual : yang menyediakan pelayanan : yang bekerja untuk menerima upah atau komisi : yang memperoleh penghasilan ari menyewakan tanah dalam skala kecil, kendaraan, memelihara ternak, atau mesin-mesin dan peralatan : dan untuk orang dan kelompok lainnya pada tingkat lokal negara berkembang, baik didaerah pedesaan maupun daerah perkotaan. 

 Pelayanan kredit memungkinkan penggunaan penghasilan yang diharapkan dari investasi atau konsumsi pada saat ini. Secara keseluruhan, jasa keungan mikro dapat membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi resiko, menyempurnakan manajemen, meningkatkan produktifitas : memperoleh keuntungan lebih tinggi dari investasi, meningkatkan penghasilan, dan perbaikan kualitas hidup serta kehidupan samua tanggungan mereka. 

Ada perbedaan antara negara dan wilayah dalam menyediakan jasa keuangan mikro dan dalam tingkat permintaan yang tidak terpenuhi dari semua jasa ini. Perbedaan juga ada dalam permintaan dalam bisnis kecil , usaha kecil, petani, pekerja, karyawan dengan gaji rendah,dan lain-lain. Meskipun demikian, yang umum untuk hampir seluruh lembaga dunia berkembang, adalah kekurangan lembaga keuangan mikro komersial-kekurangan yang seharusnya tidak membatasi pilihan dan mengurangi keamanan keuangan masyarakat miskin di seluruh dunia. 

Secara agregat, lembaga keuangan mikro komersial dapat menyediakan jangkauan kepada berbagai segmen yang signifikan dari rumah tangga berpendapatan rendah negara mereka.

 
Memperkirakan Permintaan untuk Keuangan Mikro  

Revolusi keuangan mikro dapat dipahami paling baik dalam konteks penduduk dan tingkat penghasilan negara berkembang, dan dari taksiran permintaan untuk jasa keuangan komersial sektor formal yang tak terpenuhi. 

Berdasarkan laporan Pembangunan Dunia (World Development Report) tahun 1999/2000 dari World Bank : memasuki Abad ke 21 (Entering the 21Century), maka pada thaun 1998 sekitar 1,2 miliyar penduduk -24 persen penduduk negara berkembang dan dalam peralihan –menyambungkan hidup dengan uang kurang dari $1 sehari. 

Pada tahun 1999, 4,5 miliyar penduduk, atau 75 persen jumlah penduduk dunia, hidup dalam negara berpenghasilan rendah-dan menengah kebawah. Dari semua ini, 2,4 miliyar penduduk berasal dari negara berpenghasilan rendah dengan GNP per kapita per tahun rata-rata sebesar $410, sedangkan 2,1 miliyar penduduk berasal dari negara berpenghasilan menengah kebawah dengan GNP per kapita pertahun rata-rata sebesar $1.200 (World Bank,World Development Report 2000/2001: Menyerang kemiskinan (Attacking Poverty). 

Berikut adalah beberapa asumsi kasar tetapi konservatif :

1.      Sekitar 80 persen dari  4,5 milyar penduduk dunia  hidup di negara berpenghasilan rendah-dan menengah kebawah yang tidak memiliki akses atas jasa keuangan sektor formal. (kemungkinan lebih tepat untuk mengatakan 90 persen,  namun ini taksiran koservatif).
2.      Dari 3,6 milyar penduduk ini, ukuran rumah tangga rata-rata adalah lima orang (720 juta rumah tangga).
3.      Setengah dari jumlah rumah tangga ini (360 juta) mewakili permitaan yang tak terpenuhi untuk tabungan komersial atau kredit dari lembaga keuangan. 

Produktifitas rata-rata semua rumah tangga ini dapat ditingkatkan secara substansial dengan akses atas tabungan dan kredit institusional yang sesuai yang disediakan secara lokal. Oleh karena manfaat jasa keuangan juga akan meluas kepada tanggungan nasabah keungan mikro, maka kegiatan ekonomi dan kualitas hidup lebih dari 1,8 milyar penduduk dapat ditingkatkan dengan menyediakan akses lokal atas keuangan mikro komersial formal kepada mereka. 


 Pemberi pinjaman Komersial Non formal dan Suku Bunga Mereka 

Lembaga keuangan yang menyediakan keuangan mikro komersial membantu masyarakat miskin. Mengelola pertumbuhan dan diversifikasi usaha dan menambah penghasilan rumah tangga mereka. Namun pemberi kredit komersial pedagang lokal, majikan, dan tuan tanah, pedagang besar komoditas, pegadaian, dan pemeri pinjaman dari berbagai jenis-menyediakan kredit untuk masyarakat miskin dalam banyak negara yang sedang berkembang, lalu mengapa, kredit komersial begitu penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi? mengapa pengurus sebuah sistem yang kelihatannya sudah berjalan baik? 

Banyak bankir, ahli ekonomi, dan petugas pemerintah beranggapan bahwa pasar kredit komersial no formal sudah bekerja efisien, memuaskan permintaan, dan membantu masyarakat miskin. Ada pandangan umum bahwa “pemanfaatan pembiayaan non formal secara luas menunjukan bahwa pelayanan non formal tersebut sesuai dengan sebagian besar dengan kondisi pedesaan” (Von Pischke, Adams, and Donald 1983). “Sebagian besar pemberi kredit no formal menyediakan jasa keuangan berharga dengan biaya layak untuk debitur” (Gonzalez-Vega 1993). 

Peran dan kekuatan agen pembiayaan Non formal dalam ekonomi skala kecil daerah pedesaan.... dan pentingnyamereka untuk rumah tangga berpenghasilan rendah jangan diremehkan .... Sektor non formal memungkinkan masyarakat berpendapatan rendah untuk mengakses pelayanan .... dengan biaya relatif rendah. Itu dapat dilakukan karena sektor Non formal adalah lingkungan alamiah bagi rakyat pedesaan.

1 komentar: