Selasa, 27 November 2012

Soal dan Jawaban Diskusi Kelompok 4 '' Credit Bureau Error''

1. Bagaimana solusi untuk perusahaan dalam menangani volume data kredit yang melebihi kapasitas dan meminimkan kesalahan data base? (kelompok 1,5,7)


Langkah yang dilakukan untuk mencegah terjadinya inaccuracy data adalah dengan menggunakan : 

a. Data Cleansing yaitu sebuah aktivitas yang melakukan mendeteksi dan memeriksa data pada database yaitu data-data yang tidak benar, data yang tidak lengkap, data yang tidak sesuai.
b.Data Quality Audit yaitu melakukan survey terhadap keseluruhan data, data sampel, mengidentifikasi dan memeriksa kesalahan data dan melakukan edit database secara rutin.

Sebagai contoh perusahaan biro kredit di US agar terhindar dari kesalahan solving data error maka membuat suatu standarisasi yang baik dan mendesain penggunaan data yang modern yang dapat menghindari solving data error.

2. Selain Bank Indonesia (BI), apakah Indonesia mempunyai biro kredit lainnya ? (kelompok 5)

Sementara ini belum ada, karena Bank Indonesia merupakan lembaga keuangan tertinggi di indonesia. Seluruh turn over ataupun perputaran uang semua datanya tercatat ataupun dilaporkan pada Bank Indonesia (BI).

3. Ruang lingkup apa saja yang menjadi pengawasan dari Biro Kredit ? (kelompok 8)

Yang menjadi ruang lingkup pengawasan Biro Kredit adalah semua lembaga keuangan yang memberikan kredit terhadap konsumen, maka perusahaan itu menjadi ruang lingkup pengawasan dari biro kredit.

4. Apakah Baitul Qiradh masuk kedalam ruang lingkup BI ? (kelompok 6)

Termasuk, karena Baitul Qiradh merupakan sebuah perusahaan jasa lembaga keuangan.

 5. Bagaimana jika terjadinya inaccuracy, adakah pihak atau lembaga yang bertanggung jawab ? (kelompok 7)

Jika di US data yang didapatkan oleh bank diperolah dengan cara membeli data tersebut dari perusahaan-perusahaan experion, equifax, transunion, perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan penyedia data mengenai perilaku konsumen terhadap pembayaran kreditnya, maka apabila salah satu bank membutuhkan data konsumen dalam hal layak atau tidak layak memberi kredit, maka Bank tersebut dapat memperolah data konsumen dengan membelinya dari perusahaan-perusahaan penyedia data tersebut.

6. Apakah manfaat database ? (kelompok 9)

a.Mengurangi pengulangan data.
b.Mencapai indenpensi data.
c.Mengambil data dan informasi secara tepat.
d.Meningkatkan keamanan.

7. Bagaimana proses mekanisme manajemen dan IT database ? (kelompok 6)

Melalui analisis kredit seperti nasabah yang belum pernah sama sekali mengambil kredit. Maka pihak Bank melakukan analisi 5C terhadap nasabahnya seperti salah satunya menghitung jumlah harta kekayaan, lalu meminta KTP, NPWP. Apabila nasabah tersebut pernah melakukan kredit maka pihak bank dapat menggunakan BI checking.

Selasa, 13 November 2012

Presentasi Kelompok 3 (Case : New to the touch)


1. Pada item-item apa saja layar sentuh (touchscreen) kurang fleksibel ? (Kelompok 6)

Pada fitur HP, dapat dilihat dari merk, ukuran dan tahun keluarannya. Tingkat kefleksibilitasan dari layar sentuh juga dipengaruhi oleh penggunaan fitur-fitur tertentu pada berbagai jenis hp lainnnya. Hp yang tahun keluaran rendah, maka akan terlihat jauh berbeda dengan tipe hp yang tahun keluarannya tinggi, kerena telah menggunakan teknologi layar sentuh.

2. Jika dibandingkan produk yang memakai layar sentuh dengan layar biasa, manakah produk yang lebih cepat rusak ? (Kelompok 5)

Yang lebih cepat rusak adalah layar sentuh (touchscreen), kerana tingkat kesensitifannya yang cukup tinggi, dibanding dengan tipe layar manual lainnnya. Dan juga karena layar sentuh apabila terkena matahari, maka akan membuat penggunanya merasa silau dibawah sinar matahari.

3. Keuntungan dari penggunaan layar sentuh bagi pelaku bisnis ?

Memudahkan meraka dalam menjalankan usahanya, contohnya dalam kegiatan berbelanja, kita tidak perlu mengantri terlalu lama, karena telah tersedia teknologi yang dapat membantu kita dalam hal pembayaran secara cepat dan mudah dipusat perbelanjaan tersebut.

4. Sebutkan contoh produk dari masing-masing tipe layar sentuh ? (Kelompok 1)

A. Scannning Infrared : teknologi yang digunakan oleh pihak bandara sebagai sistem keamanan, yang berfungsi untuk mendeteksi barang-barang bawaan penumpang.

B. Resistive Overlay : teknologi yang digunakan pada fitur hp yang menggunakan pena sebagai alat sentuhnya.

5. Mengapa perusahaan-perusahaan  banyak menggunakan fitur/teknologi layar sentuh ?

kerana banyak kemudahan-kemudahan yang didapat oleh perusahaan tersebut. Seperti kemudahan dalam kegiatan produksi perusahaan.


Selasa, 16 Oktober 2012

Pertanyaan dan jawaban Diskusi kelompok 2, case : Will TV Succumb to the internet?

1. Dari manakah situs web di internet memperoleh keuntungan? sementara seperti yang kita ketahui banyak item-item gratis yang dapat di download secara cuma-cuma tanpa membayar apapun, katakanlah seperti MP3 dan vidio. apakah keuntungan yang diperoleh hanya dari iklan saja? (kelompok 3)

 Jawab :

Situs web memperoleh keuntungan dari banyaknya orang yang mengklik web tersebut, serta banyaknya orang yang mendownload di web tersebut. Hal itu dapat diukur dengan menggunakan rating web,google adsense dan program PPC.  semakin tinggi rating web yang dimiliki sebuah situs web, maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh.

2. Untuk 5 tahun kedepan apakah semua orang memilih TV online dari pada TV kabel ? dan bagaimana dengan kelompok 5 sendiri , apakah lebih memilih TV kabel? Atau TV online (kelompok 8)
 
Jawab :
 
Hal itu sangatlah tergantung terhadap koneksi internet yang digunakan, apabila kondisi koneksi internetnya buruk/lelet, maka orang akan lebih memilih menggunakan TV kabel. Jika dilihat dari  situasi dan kondisi sekarang, maka (Kelompok 2) ber-ekspetasi/memperkiraan " Bukan tidak mungkin terjadi, yang dikarenakan masih banyaknya masyarakat belum mengerti akan teknologi internet. Sehingga( Kelompok 5) sendiri, lebih memilih menggunakan TV kabel dari pada TV online.

3. Jika suatu saat TV kabel hilang, apa dampaknya bagi masyarakat? maka akan berdampak positif atau negatif? (Kelompok 6)

Jawab :

Menurut kelompok 2, TV kabel tidak akan hilang begitu saja, secanggih apapun koneksi internet dimasa mendatang, maka hal tersebut tidak berpengaruh terhadap TV kabel itu sendiri, yang dikarenakan masih banyaknya dari masyarakat kita yang belum mengerti akan penggunaan internet. Dan apabila TV kabel menghilang, maka sebagian masyarakat tersebut tidak akan memperoleh informasi apapun.
 
4. Apabila anda seorang manager tv kabel, langkah strategis apakah yang harus perusahaan anda tempuh agar dapat bersaing dengan TV online? (Kelompok 7)
 
Jawab :
 
Dengan memperbanyak program-program/siaran-siaran di TV kabel, yang program/tayangan tersebut tidak tersiarkan pada TV online, selain itu saya juga akan memasang fiber optik yang memiliki kecepatan yang sangat tinggi, dan saya juga akan memanfaatkan fasilitas web untuk memasang iklan yang lebih banyak agar dapat meraut keuntungan.
 
5.  Apa kelemahan TV Online? (kelompok 1)
 
Jawab :
 
TV online harus membutuhkan  koneksi internet yang cepat agar tidak lelet, kualitas pada gambar TV online tidak sebagus/sejernih  pada TV kabel,dan juga membutuhkan koneksi internet 512 kb/second.
 
 

Minggu, 23 September 2012

Seberapa Pentingkah Facebook?

Sekilas tentang Facebook

Facebook atau disingkat FB adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang Mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School. Facebook merupakan terobosan besar dalam dunia jejaring sosial atau dunia maya, dengan hanya bermodalkan email kita dapat memiliki account facebook secara gratis. Tentu saja dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku dijejaring sosial tersebut.

Seberapa Pentingkah Facebook Bagi Anda ?

Bagi saya sendiri, jelas bahwa FB memiliki banyak kegunaan. Terutama sebagai media yang dapat menghubungkan atau pun mempertemukan kita dengan teman lama dan menambah teman.Yang kedua adalah sebagai fungsi komunikasi, di facebook banyak terdapat media, baik dari grup, fungsi chat personal, chat kelompok, bahkan private message, yang berguna untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi bersama teman-teman. Fungsi ketiga dari facebook adalah sebagai media bisnis, banyak pengguna facebook yang menjalankan/mempromosikan bisnis/produk mereka dijejaring sosial ini, yang tujuannya untuk menghemat biaya periklanan. dan banyak pengguna FB yang hanya bermodalkan facebook bisa memiliki omset puluhan, bahkan sampai ratusan juta, dari bisnis yang mereka jalankan dijejaring sosial tersebut.

Selasa, 05 Juni 2012

Menanggapi Tulisan Tentang Terapkan "Spiritual Enterpreneur", Absen Karyawan Dilakukan dengan Shalat Dhuha


Menanggapi tulisan tentang diterapkannya “Spiritual Enterpreneur” Absen Karyawan Dilakukan dengan  Shalat Dhuha.

Pertama, saya sangat setuju dengan hal diberlakukanya absensi “masuk kerja” dalam menjalankan usaha tersebut. Terlebih dilakukan dengan cara yang unik dan bernuansakan nilai-nilai Islami.

Sudah sewajarnya, sebagai umat Islam kita harus senantiasa untuk mengingat kepada Yang Kuasa.

Suatu usaha tidak akan sukses jika tidak dibaringi dengan doa’. Oleh karena itu, agar usaha atau bisnis yang dijalankan lancar, maka setiap karyawan maupun owner (pemilik) dibekali dengan siraman horani sebelum melakukan pekerjaan/kegiatannya. 

 Adapun hal mengenai infak, menyisihkan sedikit  gaji karyawannya untuk membantu sesama merupakan hal wajib dicontoh bagi kita semua.Terlebih untuk membantu sesama dan membiasakan agar karyawannya mau bersedekah sebagai kewajiban dari umat muslim.

The Quran


The Quran is the holy book of islam, containing revelations received by the Prophet Muhammad from God. It  was revealed in the Arabic

17 halah – Islamically permissible, that which is lawful according to the shari’ah. Although in absolute terms the same thing cannot be halah and haram (prohibited), an unclear and/or controversial issue in Islamic jurisprudence may end up with it being considered halah by some Islamic scholars and haram by others.

Great importance is placed on the recital of the Quran and it is treated with reverence by all Muslims – one has to be ritually clean (wudu) to read the Quran.

Konsep Ekonomi Islam

“Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu pa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin.” (Lukman [31]:20)

“Dan Dia telah menciptakan binatang ternka untuk kamu ; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan.” (Al-Nahl [16]:5)

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman ; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan.... ” (Al-Nahl [16]:11)

“Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (Al-Najm [53]:48)

Dalam ekonomi konvensional, motif aktivitas ekonomi mengarah kepada pemenuhan keinginan (wants) individu manusia yang tak terbatas dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas. Akibatnya, masalah utama ekonomi konvensional adalah kelangkaan (scarcity) dan pilihan (choices).

Dalam islam, motif aktivitas ekonomi lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar (needs) yang tentu ada batasnya, meskipun bersifat dinamis sesuai tingkat ekonomi masyarakat pada saat itu. Sementara itu, dari berbagai ayat Alquran (seperti pada surat Lukman:20, Al-Nahl :5 dan 11, dan Al-Najm: 48), ditegaskan bahwa segala yang ada di langit dan di bumi akan dapat mencukupi kebutuhan manusia. 

Selain itu, kepuasan dalam islam tidak hanya terbatas pada benda-benda konkret (materi), tetapi juga tergnatung pada sesuatu yang bersifat abstrak, seperti amal saleh yag dilakukan manusia. Oleh karena itu, perilaku ekonomi dalam islam tidak didominasi oleh nilai alami yang dimiliki oleh setiap invidu manusia, tetapi ada nilai di luar diri manusia yang kemudian membentuk perilaku ekonomi mereka, yaitu islam itu sendiri yang diyakini sebagai tuntunan utama dalam hidup dan kehidupan manusia.

Jadi, perilaku ekonomi dalam islam cenderung mendorong keinginan pelaku ekonomi sama dengan kebutuhannya, yang dapat direalisasi dengan adanya nilai dan norma dalam akidah dan akhlak islam.

Dengan demikian, ekonomi dalam islam adalah ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia akhirat). Perilaku manusia di sini berkaitan dengan landasan-landasan syariah sebagai rujukan berperilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitnah manusia. Kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing sehingga terbentuk sebuah mekanisme ekonomi yang khas dengan dasar-dasar nilai Ilahiah. Akibatnya, masalah ekonomi dalam islam adalah masalah menjamin berputarnya harta di antara manusia agar dapat memaksimalkan fungsi hidupnya sebagai hamba Allah untuk mencapai falah di dunia dan akhirat (hereafter). Hal ini berarti bahwa aktivitas ekonomi dalam islam adalah aktivitas kolektif, bukan individual.

Selanjutnya, prinsip-prinsip ekonomi islam yang sering disebut dalam berbagai literatur ekonomi islam dapat dirangkum menjadi lima hal.

1.      hidup hemat dan tidak bermewah-mewahan (abstain from wasteful and luxurious living);
2.      menjalankan usaha-usaha yang halal (permissible conduct);
3.      implementasi zakat (implementation of zakat);
4.      penghapusan/pelarangan Riba (prohibition of riba); dan
5.      pelarangan maysir (judi/spekulasi)

Berdasarkan penjelasan di atas sistem ekonomi islam berbeda dengan sistem ekonomi konvensional. Sesuai dengan paradigma ini, ekonomi dalam islam tak lebih darisebuah aktivitas ibadah dari rangkaian ibadah pada setiap jenis aktivitas hidup manusia. jadi, dapat disimpulkan bahwa ketika ada istilah ekonomi islam, yang berarti beraktivitas ekonomi menggunakan aturan dan prinsip islam, dalam aktivitas ekonomi manusia, maka ia merupakan ibadah manusia dalam berekonomi.

Minggu, 03 Juni 2012

Penawaran dan Permintaan dalam Keuangan Mikro - Bab 1 bagian pertama

Dalam bab ini menyelidiki alasan terjadinya kesenjangan yang absurd antara penawaran dan permintaan dalam keuangan mikro. Diantara masyarakat miskin yang aktif secara ekonomi dari negara berkembang, ada permintaan kuat untuk jasa keuangan komersial skala kecil-baik kredit maupun tabungan. Dimana tersedia, maka jasa keuangan ini dan jasa keuangan lainnya membantu masyarakat berpendapatan rendah meningkatkan manajemen rumah tangga dan usaha, menaikan produktifitas, memperlancar arus penghasilan dan biaya konsumsi, meluaskan dan mendiversifikasi usaha mikro, dan meningkatkan penghasilan mereka.

 Namun permintaan untuk keuangan mikro komersial jarang terpenuhi oleh sektor keuangan formal. Salah satu alasan adalah bahwa permintaan tersebut biasanya tidak dirasakan. Alasan lain adalah bahwa manajer sektor formal mempercayai, dengan keliru, bahwa keuangan mikro tidak dapat menguntungkan lembaga perbankan. 


Apakah Keuangan Mikro itu ? 

 Keuangan mikro berarti jasa keuangan dalam skala kecil-terutama kredit dan tabungan –yang disediakan untuk orang yang bertani atau menangkap ikan atau menggembalakan ternak : yang menjalankan usaha kecil atau usaha mikro dimana barang dihasilkan, didaur ulang, diperbaiki, atau dijual : yang menyediakan pelayanan : yang bekerja untuk menerima upah atau komisi : yang memperoleh penghasilan ari menyewakan tanah dalam skala kecil, kendaraan, memelihara ternak, atau mesin-mesin dan peralatan : dan untuk orang dan kelompok lainnya pada tingkat lokal negara berkembang, baik didaerah pedesaan maupun daerah perkotaan. 

 Pelayanan kredit memungkinkan penggunaan penghasilan yang diharapkan dari investasi atau konsumsi pada saat ini. Secara keseluruhan, jasa keungan mikro dapat membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi resiko, menyempurnakan manajemen, meningkatkan produktifitas : memperoleh keuntungan lebih tinggi dari investasi, meningkatkan penghasilan, dan perbaikan kualitas hidup serta kehidupan samua tanggungan mereka. 

Ada perbedaan antara negara dan wilayah dalam menyediakan jasa keuangan mikro dan dalam tingkat permintaan yang tidak terpenuhi dari semua jasa ini. Perbedaan juga ada dalam permintaan dalam bisnis kecil , usaha kecil, petani, pekerja, karyawan dengan gaji rendah,dan lain-lain. Meskipun demikian, yang umum untuk hampir seluruh lembaga dunia berkembang, adalah kekurangan lembaga keuangan mikro komersial-kekurangan yang seharusnya tidak membatasi pilihan dan mengurangi keamanan keuangan masyarakat miskin di seluruh dunia. 

Secara agregat, lembaga keuangan mikro komersial dapat menyediakan jangkauan kepada berbagai segmen yang signifikan dari rumah tangga berpendapatan rendah negara mereka.

 
Memperkirakan Permintaan untuk Keuangan Mikro  

Revolusi keuangan mikro dapat dipahami paling baik dalam konteks penduduk dan tingkat penghasilan negara berkembang, dan dari taksiran permintaan untuk jasa keuangan komersial sektor formal yang tak terpenuhi. 

Berdasarkan laporan Pembangunan Dunia (World Development Report) tahun 1999/2000 dari World Bank : memasuki Abad ke 21 (Entering the 21Century), maka pada thaun 1998 sekitar 1,2 miliyar penduduk -24 persen penduduk negara berkembang dan dalam peralihan –menyambungkan hidup dengan uang kurang dari $1 sehari. 

Pada tahun 1999, 4,5 miliyar penduduk, atau 75 persen jumlah penduduk dunia, hidup dalam negara berpenghasilan rendah-dan menengah kebawah. Dari semua ini, 2,4 miliyar penduduk berasal dari negara berpenghasilan rendah dengan GNP per kapita per tahun rata-rata sebesar $410, sedangkan 2,1 miliyar penduduk berasal dari negara berpenghasilan menengah kebawah dengan GNP per kapita pertahun rata-rata sebesar $1.200 (World Bank,World Development Report 2000/2001: Menyerang kemiskinan (Attacking Poverty). 

Berikut adalah beberapa asumsi kasar tetapi konservatif :

1.      Sekitar 80 persen dari  4,5 milyar penduduk dunia  hidup di negara berpenghasilan rendah-dan menengah kebawah yang tidak memiliki akses atas jasa keuangan sektor formal. (kemungkinan lebih tepat untuk mengatakan 90 persen,  namun ini taksiran koservatif).
2.      Dari 3,6 milyar penduduk ini, ukuran rumah tangga rata-rata adalah lima orang (720 juta rumah tangga).
3.      Setengah dari jumlah rumah tangga ini (360 juta) mewakili permitaan yang tak terpenuhi untuk tabungan komersial atau kredit dari lembaga keuangan. 

Produktifitas rata-rata semua rumah tangga ini dapat ditingkatkan secara substansial dengan akses atas tabungan dan kredit institusional yang sesuai yang disediakan secara lokal. Oleh karena manfaat jasa keuangan juga akan meluas kepada tanggungan nasabah keungan mikro, maka kegiatan ekonomi dan kualitas hidup lebih dari 1,8 milyar penduduk dapat ditingkatkan dengan menyediakan akses lokal atas keuangan mikro komersial formal kepada mereka. 


 Pemberi pinjaman Komersial Non formal dan Suku Bunga Mereka 

Lembaga keuangan yang menyediakan keuangan mikro komersial membantu masyarakat miskin. Mengelola pertumbuhan dan diversifikasi usaha dan menambah penghasilan rumah tangga mereka. Namun pemberi kredit komersial pedagang lokal, majikan, dan tuan tanah, pedagang besar komoditas, pegadaian, dan pemeri pinjaman dari berbagai jenis-menyediakan kredit untuk masyarakat miskin dalam banyak negara yang sedang berkembang, lalu mengapa, kredit komersial begitu penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi? mengapa pengurus sebuah sistem yang kelihatannya sudah berjalan baik? 

Banyak bankir, ahli ekonomi, dan petugas pemerintah beranggapan bahwa pasar kredit komersial no formal sudah bekerja efisien, memuaskan permintaan, dan membantu masyarakat miskin. Ada pandangan umum bahwa “pemanfaatan pembiayaan non formal secara luas menunjukan bahwa pelayanan non formal tersebut sesuai dengan sebagian besar dengan kondisi pedesaan” (Von Pischke, Adams, and Donald 1983). “Sebagian besar pemberi kredit no formal menyediakan jasa keuangan berharga dengan biaya layak untuk debitur” (Gonzalez-Vega 1993). 

Peran dan kekuatan agen pembiayaan Non formal dalam ekonomi skala kecil daerah pedesaan.... dan pentingnyamereka untuk rumah tangga berpenghasilan rendah jangan diremehkan .... Sektor non formal memungkinkan masyarakat berpendapatan rendah untuk mengakses pelayanan .... dengan biaya relatif rendah. Itu dapat dilakukan karena sektor Non formal adalah lingkungan alamiah bagi rakyat pedesaan.

Selasa, 01 Mei 2012

PRODUCTS

Assalamualaikum.wr.wb.

A financial intitution providing financial services like savings, mortgages, consumer credit, insurance and loans to fund the money transfer business. that the practice of adding more financial services from the supply side.Here are the services provided by financial institutions

PRODUCTS

Products delivered by MFIs are many and include loans, savings, insurance and
money transfer. Non financial products such as training or consulting are also often
delivered by microfinance institutions. This session analyses the main features of these
products. Loans, and increasingly savings, constitute the main products actually
offered by MFIs but as the industry matures additional products have been introduced
by many institutions.

1. LOANS

The specific features that microfinance institutions should implement to deliver
valuable services for their clients are listed below. These characteristics are met quite
well by moneylenders giving them a competitive advantage. But MFIs that have been
able to include these features into their credit services successfully replicated this
competitive advantage.

A. Fast access

Rapid loan approval and fast disbursement is crucial for clients and it is often the main reason why many people deal with moneylenders even at very high interest rates.

B. Clear, easy and flexible conditions

It is important to provide the credit service at convenient conditions for the clients. Transaction costs, which include transportation costs (to pay the instalments or get the money) or time away of work, throughout the life of the loan must be kept low. Loans should also not be strictly linked to a specific purpose. MFIs should monitor the income streams of their clients but with a certain level of tolerance as restricting the possible use of funds will not allow microentrepreneurs to have the necessary flexibility in the use of the money received and thus interfere with the microbusiness development.

C. Permanent services

Credit services must be provided on an ongoing basis, not only for a limited period of time. The lack of this requirement is the main shortfall of many projects that despite their effectiveness do not have the goal of delivering financial services on an ongoing and sustainable basis.

D. Alternative collaterals and collateral substitutes

Poor people often lack traditional collateral. To overcome this obstacle many MFIs use other kinds of collaterals known as collateral substitutes and alternative collaterals. Group guarantee is an example of the former, while personal property such as equipment or jewellery are an example of alternative collateral that are not accepted as collateral by the traditional banking sector.

2. SAVINGS

MFIs typically offer two types of savings accounts: voluntary and forced. Voluntary savings replicate the savings services provided by traditional commercial banks while forced savings serve as collateral for the loan. These accounts do not necessarily provide a return on deposit and are kept by the institution until the balance of the loan has been paid off.

Liquid accounts are flexible saving products often with no or small minimum balance but they usually do not provide or pay very little interests. Time deposit accounts, on the other hand, usually offer higher interest rate but clients have to leave their money in the account for a specified period of time.

 

Microfinance institutions should provide a complete set of short, medium and long term deposit accounts, in addition to more liquid accounts. This to meet the diverse needs of liquidity and rates of return of the clients.
Savings will also attract more clients than loans alone and constitute an important source of funds for the institution. Furthermore it should also be a less expensive source compared to traditional commercial loans as for most MFIs it does not represent a big additional cost. This is due to the already available infrastructure required to collect savings (branches, trained staff, clients relationships).

 
3. MICROINSURANCES

Low income enterprenuers, just like anyone else, are vulnerable to risk, such as illnes, injury, theft, death accident and flood. this is why financial product to mitigate the effect of these risk are vulnerable for them.
insurance as financial service that some MFIs are starting to addto their portfolio to respond to this need protection.

Insurance products to the target group of microfinance institutions must be designed to fit their specific risk  they may include health insurance , live stock insurance and crop insurance.

 4. MONEY TRANSFER

Money transfer service is another critical financial service: the business of remittances,
i.e. the money that emigrants send home to relatives, is growing strongly and is often
managed by informal arrangements with high charges and high risks.

Depending on the local regulation and costs this service can be delivered directly or
in partnership with money transfer companies. MFIs owns the competitive advantage of the relationship with their clients and such service can also be linked to other
products or can be taken into account when calculating the repayment capacity of each
client. There is the possibility to link remittances with credit products when
remittances are not used for consumption but for production purposes, combining the
different sources of funds.