Dalam bab ini menyelidiki alasan terjadinya kesenjangan yang
absurd antara penawaran dan permintaan dalam keuangan mikro. Diantara
masyarakat miskin yang aktif secara ekonomi dari negara berkembang, ada
permintaan kuat untuk jasa keuangan komersial skala kecil-baik kredit maupun
tabungan. Dimana tersedia, maka jasa keuangan ini dan jasa keuangan lainnya
membantu masyarakat berpendapatan rendah meningkatkan manajemen rumah tangga
dan usaha, menaikan produktifitas, memperlancar arus penghasilan dan biaya konsumsi,
meluaskan dan mendiversifikasi usaha mikro, dan meningkatkan penghasilan
mereka.
Namun permintaan untuk keuangan mikro komersial jarang
terpenuhi oleh sektor keuangan formal. Salah satu alasan adalah bahwa
permintaan tersebut biasanya tidak dirasakan. Alasan lain adalah bahwa manajer
sektor formal mempercayai, dengan keliru, bahwa keuangan mikro tidak dapat
menguntungkan lembaga perbankan.
Apakah Keuangan
Mikro itu ?
Keuangan mikro berarti jasa keuangan dalam skala
kecil-terutama kredit dan tabungan –yang disediakan untuk orang yang bertani
atau menangkap ikan atau menggembalakan ternak : yang menjalankan usaha kecil
atau usaha mikro dimana barang dihasilkan, didaur ulang, diperbaiki, atau
dijual : yang menyediakan pelayanan : yang bekerja untuk menerima upah atau
komisi : yang memperoleh penghasilan ari menyewakan tanah dalam skala kecil,
kendaraan, memelihara ternak, atau mesin-mesin dan peralatan : dan untuk orang
dan kelompok lainnya pada tingkat lokal negara berkembang, baik didaerah
pedesaan maupun daerah perkotaan.
Pelayanan kredit memungkinkan penggunaan penghasilan yang
diharapkan dari investasi atau konsumsi pada saat ini. Secara keseluruhan, jasa
keungan mikro dapat membantu masyarakat berpendapatan rendah untuk mengurangi
resiko, menyempurnakan manajemen, meningkatkan produktifitas : memperoleh
keuntungan lebih tinggi dari investasi, meningkatkan penghasilan, dan perbaikan
kualitas hidup serta kehidupan samua tanggungan mereka.
Ada perbedaan antara negara dan wilayah dalam menyediakan
jasa keuangan mikro dan dalam tingkat permintaan yang tidak terpenuhi dari
semua jasa ini. Perbedaan juga ada dalam permintaan dalam bisnis kecil , usaha
kecil, petani, pekerja, karyawan dengan gaji rendah,dan lain-lain. Meskipun
demikian, yang umum untuk hampir seluruh lembaga dunia berkembang, adalah
kekurangan lembaga keuangan mikro komersial-kekurangan yang seharusnya tidak
membatasi pilihan dan mengurangi keamanan keuangan masyarakat miskin di seluruh
dunia.
Secara agregat, lembaga keuangan mikro komersial dapat
menyediakan jangkauan kepada berbagai segmen yang signifikan dari rumah tangga
berpendapatan rendah negara mereka.
Memperkirakan
Permintaan untuk Keuangan Mikro
Revolusi keuangan mikro dapat dipahami paling baik dalam
konteks penduduk dan tingkat penghasilan negara berkembang, dan dari taksiran
permintaan untuk jasa keuangan komersial sektor formal yang tak terpenuhi.
Berdasarkan laporan Pembangunan Dunia (World Development
Report) tahun 1999/2000 dari World Bank : memasuki Abad ke 21 (Entering the
21Century), maka pada thaun 1998 sekitar 1,2 miliyar penduduk -24 persen
penduduk negara berkembang dan dalam peralihan –menyambungkan hidup dengan uang
kurang dari $1 sehari.
Pada tahun 1999, 4,5 miliyar penduduk, atau 75 persen jumlah
penduduk dunia, hidup dalam negara berpenghasilan rendah-dan menengah kebawah.
Dari semua ini, 2,4 miliyar penduduk berasal dari negara berpenghasilan rendah
dengan GNP per kapita per tahun rata-rata sebesar $410, sedangkan 2,1 miliyar
penduduk berasal dari negara berpenghasilan menengah kebawah dengan GNP per
kapita pertahun rata-rata sebesar $1.200 (World Bank,World Development Report
2000/2001: Menyerang kemiskinan (Attacking Poverty).
Berikut
adalah beberapa asumsi kasar tetapi konservatif :
1.
Sekitar
80 persen dari 4,5 milyar penduduk
dunia hidup di negara berpenghasilan
rendah-dan menengah kebawah yang tidak memiliki akses atas jasa keuangan sektor
formal. (kemungkinan lebih tepat untuk mengatakan 90 persen, namun ini taksiran koservatif).
2.
Dari
3,6 milyar penduduk ini, ukuran rumah tangga rata-rata adalah lima orang (720
juta rumah tangga).
3.
Setengah
dari jumlah rumah tangga ini (360 juta) mewakili permitaan yang tak terpenuhi
untuk tabungan komersial atau kredit dari lembaga keuangan.
Produktifitas rata-rata semua rumah tangga ini dapat
ditingkatkan secara substansial dengan akses atas tabungan dan kredit
institusional yang sesuai yang disediakan secara lokal. Oleh karena manfaat
jasa keuangan juga akan meluas kepada tanggungan nasabah keungan mikro, maka
kegiatan ekonomi dan kualitas hidup lebih dari 1,8 milyar penduduk dapat
ditingkatkan dengan menyediakan akses lokal atas keuangan mikro komersial
formal kepada mereka.
Pemberi pinjaman
Komersial Non formal dan Suku Bunga Mereka
Lembaga keuangan yang menyediakan keuangan mikro komersial
membantu masyarakat miskin. Mengelola pertumbuhan dan diversifikasi usaha dan
menambah penghasilan rumah tangga mereka. Namun pemberi kredit komersial
pedagang lokal, majikan, dan tuan tanah, pedagang besar komoditas, pegadaian,
dan pemeri pinjaman dari berbagai jenis-menyediakan kredit untuk masyarakat
miskin dalam banyak negara yang sedang berkembang, lalu mengapa, kredit
komersial begitu penting bagi pembangunan sosial dan ekonomi? mengapa pengurus
sebuah sistem yang kelihatannya sudah berjalan baik?
Banyak bankir, ahli ekonomi, dan petugas pemerintah
beranggapan bahwa pasar kredit komersial no formal sudah bekerja efisien,
memuaskan permintaan, dan membantu masyarakat miskin. Ada pandangan umum bahwa
“pemanfaatan pembiayaan non formal secara luas menunjukan bahwa pelayanan non
formal tersebut sesuai dengan sebagian besar dengan kondisi pedesaan” (Von
Pischke, Adams, and Donald 1983). “Sebagian besar pemberi kredit no formal
menyediakan jasa keuangan berharga dengan biaya layak untuk debitur”
(Gonzalez-Vega 1993).
Peran dan kekuatan agen pembiayaan Non formal dalam ekonomi
skala kecil daerah pedesaan.... dan pentingnyamereka untuk rumah tangga
berpenghasilan rendah jangan diremehkan .... Sektor non formal memungkinkan
masyarakat berpendapatan rendah untuk mengakses pelayanan .... dengan biaya
relatif rendah. Itu dapat dilakukan karena sektor Non formal adalah lingkungan
alamiah bagi rakyat pedesaan.
super sekali !
BalasHapusistanaunik.com