Menanggapi
tulisan tentang diterapkannya “Spiritual Enterpreneur” Absen Karyawan Dilakukan
dengan Shalat Dhuha.
Pertama,
saya sangat setuju dengan hal diberlakukanya absensi “masuk kerja” dalam
menjalankan usaha tersebut. Terlebih dilakukan dengan cara yang unik dan bernuansakan
nilai-nilai Islami.
Sudah
sewajarnya, sebagai umat Islam kita harus senantiasa untuk mengingat kepada
Yang Kuasa.
Suatu usaha
tidak akan sukses jika tidak dibaringi dengan doa’. Oleh karena itu, agar usaha
atau bisnis yang dijalankan lancar, maka setiap karyawan maupun owner (pemilik)
dibekali dengan siraman horani sebelum melakukan pekerjaan/kegiatannya.
Adapun hal mengenai infak, menyisihkan
sedikit gaji karyawannya untuk membantu
sesama merupakan hal wajib dicontoh bagi kita semua.Terlebih untuk membantu
sesama dan membiasakan agar karyawannya mau bersedekah sebagai kewajiban dari
umat muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar