PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO
Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan migas tercatat sebesar 4,4%,
atau mengalami perlambatan dibanding triwulan lalu yang sebesar 4,72%.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Aceh selama tahun 2011 dengan
migas tercatat tumbuh sebesar 5,02%, jauh meningkat dibanding tahun 2010 lalu
yang sebesar 2,79%.
Seluruh sektor ekonomi pada triwulan IV-2011 tercatat mengalami
pertumbuhan tahunan yang positif kecuali sektor pertambangan dan penggalian.
Peningkatan pertumbuhan pada triwulan IV-2011 hanya terjadi di sektor pertanian
dan sektor jasa-jasa sementara sektor lainnya tumbuh melambat.
Untuk akumulasi tahun 2011, seluruh sektor ekonomi tumbuh
positif dengan pertumbuhan yang relatif stagnan di sektor-sektor primer.
Dari sisi penggunaan, baik pada triwulan IV-2011 maupun secara
keseluruhan tahun 2011, pertumbuhan positif juga terjadi di seluruh komponen
kecuali ekspor yang tercatat mengalami koreksi cukup dalam.
PERKEMBANGAN INFLASI
Pada Desember 2011, inflasi[1] tahunan Aceh tercapai di angka
3,43%, jauh lebih rendah dibanding inflasi Desember 2010 yang sebesar
5,86%.
Penurunan tekanan inflasi terutama disebabkan oleh penurunan
harga emas perhiasan dan cukup stabilnya harga cabe merah yang tahun lalu
menjadi penyebab rapor merah pada inflasi Desember 2010.
PERKEMBANGAN PERBANKAN DAN SISTEM PEMBAYARAN
Kinerja perbankan Aceh pada Desember 2011 masih baik. Trending
indikator pokok masih menunjukkan pertumbuhan positif kendati mengalami
perlambatan. Kinerja perbankan syariah di Aceh menunjukkan pertumbuhan positif
baik secara tahunan maupun triwulanan. Peningkatan aset semakin mempertinggi
potensi bank syariah dalam melakukan ekspansi pembiayaan terutama sebagai
stimulasi perekonomian masyarakat Aceh. Refinancing risk lebih terekspos pada
perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional terutama terkait
dengan spread yang terbentuk dari penhimpunan DPK dan tingkat LDR. Selama tahun
2011, sistem pembayaran non tunai di Aceh baik menggunakan sistem BI-RTGS
maupun kliring tercatat mengalami pertumbuhan negatif bila dibandingkan dengan
transaksi selama tahun 2010 lalu. Mencermati penurunan tersebut cukup menguatkan
hipotesis bahwa perekonomian Aceh sedikit mengalami kelesuan di tahun 2011.
Triwulan IV-2011, aliran uang kartal masih menunjukkan net
outflow seiring dengan pola uptrend di penghujung tahun pada satu periode
karena meningkatnya kebutuhan kartal masyarakat.
PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAN KESEJAHTERAAN ACEH
Kondisi Ketenagakerjaan terus menunjukkan perbaikan. Pada bulan
Agustus 2011, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh tercatat 7,43% sementara
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 63,78%.
Menurut lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian masih menjadi
penyerap tenaga kerja terbesar, dimana jumlah tenaga kerja yang terserap di
sektor ini mencapai 898,2 ribu jiwa.
Sementara menurut status pekerjaan utama, tenaga kerja masih
didominasi oleh tenaga kerja berstatus buruh/ karyawan (30,27).
Tingkat kemiskinan[2] di Aceh terus menunjukkan penurunan meski
tipis. Dari 19,57% pada Maret 2011 menjadi 19,48% pada September 2011. Namun
angka ini masih jauh diatas nasional yang sebesar 12,36% per September 2011.
Kualitas kemiskinan Aceh juga membaik yang ditunjukkan oleh
Indeks Kedalaman Kemiskinan sebesar 3,483 dan Indeks Keparahan Kemiskinan
sebesar 0,936 pada September 2011.
PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI & INFLASI ACEH
Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan I-2012 diperkirakan
tumbuh moderat cenderung meningkat di kisaran 4,5%-4,76%.
Jatuhnya musim panen raya diperkirakan akan melonggarkan tekanan
inflasi Aceh, meski masih tetap ada potensi kenaikan harga ikan segar, maka
pada Maret 2012 inflasi Aceh diperkirakan akan berada di kisaran 2,65%-3,65%
dengan kecenderungan mencapai batas bawah.
SUMBER DATA : TIM EKONOMI MONETER KBI BANDA
ACEH, 8-02-2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar