Pertumbuhan ekonomi Aceh dengan
migas tercatat sebesar 5,03%,atau mengalami perlambatan dibanding triwulan lalu
yang sebesar 5,47%. Sementara itu, bila ditilik secara triwulanan, ekonomi Aceh
dengan migas tercatat tumbuh sebesar 1,43%, meningkat dibanding triwulan lalu
yang sebesar 1,32%. Secara sektoral, seluruh sektor ekonomi tercatat mengalami
pertumbuhan tahunan yang positif meski disana sini terlihat stagnan dan
cenderung melambat bila dibandingkan dengan triwulan lalu. Sektor Pertanian
sebagai kontributor terbesar pada PDRB Aceh juga tumbuh moderat sebesar 4,36% atau
tumbuh melambat sebesar 0,94% secara triwulanan karena masih musim tanam.
Sementara dari sisi penggunaan,
pertumbuhan positif juga terjadi di seluruh komponen. Selama triwulan III-2011,
inflasi tahunan Aceh kembali melonjak. Menurut Berita Resmi Statistik (BRS)
inflasi yang dirilis oleh BPS Aceh, inflasi tahunan Aceh berturut-turut adalah
sebesar 5,16%; 6,94% dan 6,98%. Tekanan inflasi terutama disebabkan oleh
kenaikan harga sandang (pakaian dan lain-lain), emas perhiasan, beras,
ikan-ikanan segar dan cabe merah. Penyebab utama kenaikan harga adalah event
Ramadhan dan Idul Fitri, dimana terjadi peningkatan permintaan yang meski pasokan
memadai tetap menjadi momen yang dimanfaatkan untuk menaikkan harga. Kenaikan
harga beras lebih disebabkan oleh mulainya musim tanam padi. Sementara kenaikan
harga emas perhiasan dipengaruhi oleh lonjakan harga emas dunia.
Kinerja perbankan Aceh pada triwulan
III-2011 cukup baik. Trending indikator pokok masih menunjukkan pertumbuhan
positif kendati mengalami perlambatan. Kinerja perbankan syariah di Aceh
menunjukkan pertumbuhan positif cenderung flat, baik secara tahunan maupun
triwulanan.Peningkatan asset semakin mempertinggi potensi bank syariah dalam
melakukan ekspansi pembiayaan terutama sebagai stimulasi perekonomian
masyarakat Aceh.
Refinancing risk lebih
terekspos pada perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional
terutama terkait dengan spread yang terbentuk dari penhimpunan DPK dan tingkat
LDR. Transaksi pembayaran non tunai hingga akhir triwulan III-2011 dengan
menggunakan sistem BI-RTGS mengalami penurunan terbatas, sedangkan transaksi
melalui kliring mengalami peningkatan signifikan, baik secara nominal maupun
volume. Triwulan III-2011, aliran uang kartal masih menunjukkan net outflow
seiring dengan pola uptrend menuju penghujung tahun pada satu periode seiring
dengan meningkatnya kebutuhan kartal masyarakat. Realisasi APBA hingga triwulan
III tahun 2011 baru mencapai 49,45% atau sebesar Rp3,94T dari total pagu
anggaran sebesar Rp7,97T.
Kepastian situasi politik dan
keamanan tetap menjadi faktor utama terhadap kelangsungan berjalannya
pembangunan. Kondisi Ketenagakerjaan terus menunjukkan perbaikan. Pada bulan
Februari 2011, TPT Aceh tercatat 8,27%, sementara TPAK juga menunjukkan
peningkatan menjadi 66,63%. Menurut lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian
masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, dimana jumlah tenaga kerja yang
terserap di sektor ini mencapai 903,4 ribu jiwa.
Sementara menurut status
pekerjaan utama, tenaga kerja masih didominasi oleh tenaga kerja berstatus
buruh/ karyawan (30,27). Tingkat kemiskinan di Aceh terus menunjukkan
penurunan. Dari 20,98% pada Maret 2010 menjadi 19,57% pada Maret 2011. Meski
demikian, angka ini masih jauh diatas nasional yang sebesar 12,49%. Kualitas
kemiskinan Aceh juga membaik yang ditunjukkan oleh Indeks Kedalaman Kemiskinan
sebesar 3,5 dan Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,94 pada Maret 2011.
Pertumbuhan ekonomi Aceh pada
triwulan III-2011 diperkirakan tumbuh melambat di kisaran 4,82%±1% akibat kejar
target realisasi proyek-proyek Pemerintah. Tidak adanya perayaan keagamaan yang
bisa menjadi stimulus konsumsi, yang berbarengan dengan jatuhnya musim panen
gadu diperkirakan akan melonggarkan tekanan inflasi Aceh, meski masih tetap ada
potensi kenaikan harga cabe merah dan ikan segar, maka pada triwulan IV-2011
inflasi Aceh diperkirakan akan berada di kisaran 4,6%±1% dengan kecenderungan
mencapai batas bawah.
Sumber Data : Tim Ekonomi Moneter KBI Banda Aceh, 9-11-2011.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar